AKHIRAT
SEBUAH PERKAMPUNGAN
Untuk
memudahkan pemahaman kita tentang alam akhirat ada baiknya kalau kita
membayangkan alam akhirat adalah sebuah perkampungan yang semua sarana
prasarananya sangatlah lengkap dan canggih dengan beragam tenaga ahli yang
sangan menguasai bidangnya tenaga ahli ini disebut MALAIKAT.
Sebelum
masuk kekampung tersebut, semua manusia dikumpulkan di satu tempat bernama
PADANG MAHSYAR yang merupakan ruang tunggu sebelum manusia dimasukkan kedalam
TAMAN SURGA atau NERAKA.
Ruang
tunggu ini dijaga oleh MALAIKAT yang bertugas memeriksa TANDA PENGENAL ( di
sana namanya KEYAKINAN ) dan barang bawaan yang dibagi kedalam dua katagori
yaitu PAHALA dan DOSA yang nantinya akan ditukarkan dengan beragam pasilitas
yang ada di kampung akhirat tersebut.
PAHALA
adalah efek dari pola hidup sehat sesuai dengan tuntunan yang tercantum dalam
BUKU PANDUAN petunjuk hidup sehat ( Alqur’an ) beserta uraiannya aplikasinya (
hadis ) juga hasil pengalaman dan pendapat para ahli yang bersipat kasuistis
sebagai penjabaran faktual keduanya ( Fiqih ). Adapun DOSA, adalah efek dari
pola hidup menyimpang dari tuntunan ilahi dan akal sehat.
Ditanda
pengenal tersebut sudah tercantum beragam agama dan isme sebanyak agama dan
isme yang pernah hadir didunia. Taklama kemudian dari pengeras suara di ruang
tunggu keluar pengumuman “ perhatian, perhatian, semua diharapkan membentuk
kelompok berdasarkan agama dan isme yang di yakini ”.
Maka mulailah
manusia mempentuk kelompok berdasarkan pengumuman tersebut dan ditunjuklah
pengajur agama dan isme tersebut sebagai ketua kelompok, dan lambang agama atau
isme sebagai bendera kelompoknya.
Setelah semua
kelompok terbentuk, maka diumumkanlah bahwa semua isme dan Agama yang sesuai
dengan petunjuk Allah ( sebagai penguasa tunggal di hari itu ) masuk keruang
pemeriksaan sedangkan yang tidak sesuai dengan petunjuk Allah langsung digiring
ke lokasi yang bernama NERAKA.
Di ruang
pemeriksaan maka diperiksalah bawaan setiap orang berupa pahala dan dosa, yang
diperiksa pertama adalah apakah bawaan tersebut merupakan hak miliknya yang sah
atau milik orang lain. Ada orang yang banya bawaan pahala dan dosanyanya tapi
ternyata setelah diperiksa ternyata bukan hak miliknya yang sah tapi milik
orang lain.
Contoh
kasus ada orang yang membawa banyak sekali pahala Sholat dan Puasanya, tapi
setelah diperiksa ternyata ia sering sekali menggosipkan kejelekan orang lain
bahkan penyebar fitnah. Maka pahala yang ia bawa harus diserahkan kepada orang
yang ia gosipi atau fitnah tersebut sebagai ganti rugi atas penderiaan yang
mereka terima kecuali ia membawa bukti permohonan maaf yang sah dari orang yang
ia rugikan tersebut.
Begitu juga
sebaliknya, ada orang yang banyak sekali dosanya, tapi ia selau menjadi korban
fitnah dan gossip dari orang lain dan ia terima hal itu dengan sabar dan
ikhlas. Maka dosanya diambil oleh si tukang gossip atau fitnah jika pahala sebagai
ganti rugi yang ia miliki sudah habis.
Dalam
proses pemeriksaan ini seringkali terjadi keributan, namun karena proses ini
langsung ditangani tenaga ahli yang paham betul detail kehidupan manusia secara
individu maka dengan mudah dapat diselesaikan.
Setelah
pemeriksaan ini selesai dan masing masing orang membawa bagian yang memang
menjadi haknya, maka mulailah bawaan ini ditimbang.
Jika
timbangan pahalanya lebih berat dari timbangan dosa, maka ia mendapat
sertifikat perumahan di surga yang sesuai dengan pahahala yang ia lakukan
sementara dosanya dihapuskan.
Apabila
timbangan dosanya lebih berat dari pahalanya, maka dosa tersebut ditimpakan
kepadanya dan ia mendapat kartu rawat inap di rumah sakit akhirat yang bernama
NERAKA sesuai dengan dosa yang ia lakukan, sementara pahalanya dijadikan
sertifikat perumahan di surga sesuai amalnya, namun hanya boleh ia terima
setelah keluar dari rumah sakit akhirat tersebut.
Di surga
ada bermacam macam perumahan elit yang asri dan canggih diantaranya bernama Ar
ra’yan khusus untuk perumahan bagi yang senang melakukan puasa sunnah dll.
Disurga ada
manusia yang memiliki beberapa perumahan tergantung amalanya ketika hidup di
dunia dan mereka bebas saling mengunjungi, namun mereka tidak dapat menikmati
pasiltas yang sama kecuali ia memang penduduk diperumahan tersebut
Adapun
Rumah sakit NERAKA dipimpin oleh seorang dokter ahli yang bernama MALIK dan 9
dokter spesialis yang bernama ZABANIAH. Dokter rumah sakit ini tidak pernah
senyum karena sibuknya merawat pasien yang ada. Para dokter ini bekerja tampa
perasaan dan tidak peduli dengan teriakan kesakitan pasiennya, mereka hanya
punya satu tujuan menyembuhkan pasien dengan cara apapun. Selain itu dokter ini
tidak dapat diajak bicara atau dibujuk apalagi disogok. Mereka sangat senang
dan ahli dengan pekerjaannya
Karena
di akhirat manusia tidak dapat mati lagi, maka rumah sakit ini tidak mengenal
istilah obat bius, jadi jika ada proses pembedahan, langsung dibedah tanpa
dibius, oleh karena itu rumah sakit ini sangat bising oleh terikan orang orang
yang kesakitan.
Peralatan
kedokteran yang ada dirumah sakit ini sangat beragam, mulai dari peralatan
bedah yang serba besar, sampai pada terapi hewan ganas dan berbisa. Salah
satunya adalah ular kobra yang besar. Tugas ular ini melilit dan menggit orang
yang berpenyakit lalai melksanakan puasa
wajib di bulan ramadhan
Setelah
mengalami beragam perawatan sesuai dengan jenis penyakitnya, pasien yang
dinyatakan hampir sembuh di masukkan keruang pemulihan, nah diruangan ini pengunjung
dari surga boleh membesuk seperti orang sehat mengunjungi sanak pamilinya di
rumah sakit, namun pasilitas yang ia bawa dari surga tidak dapat dinikmati oleh
orang neraka. karena sehebat dan senikmat apapun hidangan yang dimasak dengan
beragam masakan yang memancing selera tidak akan bisa dinikmati oleh orang yang
sakit. Kalau toh ia memaksakan diri untuk memakannya, maka bukan kenikmatan
yang ia peroleh melainkan tambahan penderitaan. Orang neraka hanya dapat
makanan khusus untuk orang neraka yang di sebut ZAKUM dan minumnya bernama
HAMIM, makanan dan minuman ini sangat tidak enak tapi wajib dimakan untuk
kesembuhannya.
Catatan :
Karena Rahman dan Rahim Allah, ada cara untuk menghindari
rumah sakit akhirat ( neraka ) yaitu :
1. Membiasakan pola hidup
sehat sesuai dengan tuntunan Al qur’an dan Hadis sebagai satu satunya pedoman
pola hidup sehat yang diperunkkan bagi manusia
2. Mengobati dan menyembuhkan
penyakitnya sendiri sebelum dibawa kerumah sakit, maksudnya adalah bertaubat sebelum
ajal menjelang. Dan ingat Taubat Adalah penyembuhan paling efektif untuk semua
penyakit modalnya hanya tekad yang kuat untuk menghentikan semua pola hidup
yang tidak sehat lalu mengantinya dengan pola hidup sehat sesuai dengan
tuntunan Allah dan disiplin untuk mentati tekad tersebut. Dan ingat penyembuhan
ini hanya berlaku sebelum ajal menjelang, kalau setelah atau saat ajal
menjelang penyembuhan ini dianggap kadaluarsa atau habis masa berlakunya.
Setalah dinyatakan
sembuh, maka pasien ini dimasukkan keruangan pembersihan bernama MAUL HAYAT
untuk mebersihkan sisa sisa neraka yang ada pada dirinya. Lalu diberi
sertifikat surga sesuai dengan amalnya dan dapat dibawa pulang oleh sanak
pamilinya.
TANYA JAWAB
Bagai mana
dengan orang yang tidak beriman atau kapir secara akidah ?
Karena
kasusnya berbeda, tentu Rumah sakinya juga berbeda walau sama namanya yaitu
NERAKA. Kalau rumah sakit orang beriman bersipat penyembuhan, karena masalahnya
hanyalah masalah bawaan yaitu dosa, sementara orang kafir aqidah penyakitnya
adalah penyakit identitas. Jadi yang disembuhkan bukan penyakitnya tapi
orangnya dan tentu saja penyembuhan seperti ini sangatlah lama dan bersipat
permanen.
Kalau begitu
dimana rahman dan rahim Allah, sementara banyak diantara mereka yang melakukan
kebajikan ?
Rahman dan
Rahim Allah adalah menghargai kebajikan meraka dalam bentuk mengurangi
penderitaan, tapi tidak menghapus penderitaan itu sendiri. Karena dalam Al
qur’an di informasikan mereka abadi didalam neraka.
Bagaimana
halnya dengan orang munafik, bukankah mereka juga mengakui keimanan serta
melakukan ibadah ?
Keimanan
tidak terletak pada semata mata pengakuan, melainkan pada keyakinan di dalam
hati, jadi kasus mereka sama dengan orang kafir aqidah, jadi jika amal ibadah
mereka diterima oleh Allah misalnya, maka hal itu hanya bersipat mengurangi
tapi tidak menghapuskan seperti hanya dosa orang yang ber iman.
Bagaimana
orang yang beriman tapi banyak melakukan dosa, bahkan dosa besar ?
Seperti
bahasan sebelumnya, NERAKA merupakan rumah sakit penghapus dosa bagi mereka,
jadi tidak permanen. Lama tidaknya mereka di neraka tergantung banyak tidaknya
dosa yang mereka lakukan di dunia dan tidak sempat bertobat sebelum meraka
mati. Kalau mereka sempat bertaubat sebelum meninggal maka semua dosa mereka di
hapuskan dan itu berarti mereka terhindar dari neraka.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar