Kamis, 15 Januari 2015

AKHIRAT
SEBUAH PERKAMPUNGAN


Untuk memudahkan pemahaman kita tentang alam akhirat ada baiknya kalau kita membayangkan alam akhirat adalah sebuah perkampungan yang semua sarana prasarananya sangatlah lengkap dan canggih dengan beragam tenaga ahli yang sangan menguasai bidangnya tenaga ahli ini disebut MALAIKAT.

Sebelum masuk kekampung tersebut, semua manusia dikumpulkan di satu tempat bernama PADANG MAHSYAR yang merupakan ruang tunggu sebelum manusia dimasukkan kedalam TAMAN SURGA atau NERAKA.

Ruang tunggu ini dijaga oleh MALAIKAT yang bertugas memeriksa TANDA PENGENAL ( di sana namanya KEYAKINAN ) dan barang bawaan yang dibagi kedalam dua katagori yaitu PAHALA dan DOSA yang nantinya akan ditukarkan dengan beragam pasilitas yang ada di kampung akhirat tersebut.

PAHALA adalah efek dari pola hidup sehat sesuai dengan tuntunan yang tercantum dalam BUKU PANDUAN petunjuk hidup sehat ( Alqur’an ) beserta uraiannya aplikasinya ( hadis ) juga hasil pengalaman dan pendapat para ahli yang bersipat kasuistis sebagai penjabaran faktual keduanya ( Fiqih ). Adapun DOSA, adalah efek dari pola hidup menyimpang dari tuntunan ilahi dan akal sehat.

Ditanda pengenal tersebut sudah tercantum beragam agama dan isme sebanyak agama dan isme yang pernah hadir didunia. Taklama kemudian dari pengeras suara di ruang tunggu keluar pengumuman “ perhatian, perhatian, semua diharapkan membentuk kelompok berdasarkan agama dan isme yang di yakini ”.

Maka mulailah manusia mempentuk kelompok berdasarkan pengumuman tersebut dan ditunjuklah pengajur agama dan isme tersebut sebagai ketua kelompok, dan lambang agama atau isme sebagai bendera kelompoknya.

Setelah semua kelompok terbentuk, maka diumumkanlah bahwa semua isme dan Agama yang sesuai dengan petunjuk Allah ( sebagai penguasa tunggal di hari itu ) masuk keruang pemeriksaan sedangkan yang tidak sesuai dengan petunjuk Allah langsung digiring ke lokasi yang bernama NERAKA.

Di ruang pemeriksaan maka diperiksalah bawaan setiap orang berupa pahala dan dosa, yang diperiksa pertama adalah apakah bawaan tersebut merupakan hak miliknya yang sah atau milik orang lain. Ada orang yang banya bawaan pahala dan dosanyanya tapi ternyata setelah diperiksa ternyata bukan hak miliknya yang sah tapi milik orang lain.

Contoh kasus ada orang yang membawa banyak sekali pahala Sholat dan Puasanya, tapi setelah diperiksa ternyata ia sering sekali menggosipkan kejelekan orang lain bahkan penyebar fitnah. Maka pahala yang ia bawa harus diserahkan kepada orang yang ia gosipi atau fitnah tersebut sebagai ganti rugi atas penderiaan yang mereka terima kecuali ia membawa bukti permohonan maaf yang sah dari orang yang ia rugikan tersebut.

Begitu juga sebaliknya, ada orang yang banyak sekali dosanya, tapi ia selau menjadi korban fitnah dan gossip dari orang lain dan ia terima hal itu dengan sabar dan ikhlas. Maka dosanya diambil oleh si tukang gossip atau fitnah jika pahala sebagai ganti rugi yang ia miliki sudah habis.

Dalam proses pemeriksaan ini seringkali terjadi keributan, namun karena proses ini langsung ditangani tenaga ahli yang paham betul detail kehidupan manusia secara individu maka dengan mudah dapat diselesaikan.

Setelah pemeriksaan ini selesai dan masing masing orang membawa bagian yang memang menjadi haknya, maka mulailah bawaan ini ditimbang.

Jika timbangan pahalanya lebih berat dari timbangan dosa, maka ia mendapat sertifikat perumahan di surga yang sesuai dengan pahahala yang ia lakukan sementara dosanya dihapuskan.

Apabila timbangan dosanya lebih berat dari pahalanya, maka dosa tersebut ditimpakan kepadanya dan ia mendapat kartu rawat inap di rumah sakit akhirat yang bernama NERAKA sesuai dengan dosa yang ia lakukan, sementara pahalanya dijadikan sertifikat perumahan di surga sesuai amalnya, namun hanya boleh ia terima setelah keluar dari rumah sakit akhirat tersebut.

Di surga ada bermacam macam perumahan elit yang asri dan canggih diantaranya bernama Ar ra’yan khusus untuk perumahan bagi yang senang melakukan puasa sunnah dll.

Disurga ada manusia yang memiliki beberapa perumahan tergantung amalanya ketika hidup di dunia dan mereka bebas saling mengunjungi, namun mereka tidak dapat menikmati pasiltas yang sama kecuali ia memang penduduk diperumahan tersebut

Adapun Rumah sakit NERAKA dipimpin oleh seorang dokter ahli yang bernama MALIK dan 9 dokter spesialis yang bernama ZABANIAH. Dokter rumah sakit ini tidak pernah senyum karena sibuknya merawat pasien yang ada. Para dokter ini bekerja tampa perasaan dan tidak peduli dengan teriakan kesakitan pasiennya, mereka hanya punya satu tujuan menyembuhkan pasien dengan cara apapun. Selain itu dokter ini tidak dapat diajak bicara atau dibujuk apalagi disogok. Mereka sangat senang dan ahli dengan pekerjaannya

Karena di akhirat manusia tidak dapat mati lagi, maka rumah sakit ini tidak mengenal istilah obat bius, jadi jika ada proses pembedahan, langsung dibedah tanpa dibius, oleh karena itu rumah sakit ini sangat bising oleh terikan orang orang yang kesakitan.

Peralatan kedokteran yang ada dirumah sakit ini sangat beragam, mulai dari peralatan bedah yang serba besar, sampai pada terapi hewan ganas dan berbisa. Salah satunya adalah ular kobra yang besar. Tugas ular ini melilit dan menggit orang yang berpenyakit  lalai melksanakan puasa wajib di bulan ramadhan

Setelah mengalami beragam perawatan sesuai dengan jenis penyakitnya, pasien yang dinyatakan hampir sembuh di masukkan keruang pemulihan, nah diruangan ini pengunjung dari surga boleh membesuk seperti orang sehat mengunjungi sanak pamilinya di rumah sakit, namun pasilitas yang ia bawa dari surga tidak dapat dinikmati oleh orang neraka. karena sehebat dan senikmat apapun hidangan yang dimasak dengan beragam masakan yang memancing selera tidak akan bisa dinikmati oleh orang yang sakit. Kalau toh ia memaksakan diri untuk memakannya, maka bukan kenikmatan yang ia peroleh melainkan tambahan penderitaan. Orang neraka hanya dapat makanan khusus untuk orang neraka yang di sebut ZAKUM dan minumnya bernama HAMIM, makanan dan minuman ini sangat tidak enak tapi wajib dimakan untuk kesembuhannya.
Catatan :
Karena Rahman dan Rahim Allah, ada cara untuk menghindari rumah sakit akhirat ( neraka ) yaitu :
1.       Membiasakan pola hidup sehat sesuai dengan tuntunan Al qur’an dan Hadis sebagai satu satunya pedoman pola hidup sehat yang diperunkkan bagi manusia

2.       Mengobati dan menyembuhkan penyakitnya sendiri sebelum dibawa kerumah sakit, maksudnya adalah bertaubat sebelum ajal menjelang. Dan ingat Taubat Adalah penyembuhan paling efektif untuk semua penyakit modalnya hanya tekad yang kuat untuk menghentikan semua pola hidup yang tidak sehat lalu mengantinya dengan pola hidup sehat sesuai dengan tuntunan Allah dan disiplin untuk mentati tekad tersebut. Dan ingat penyembuhan ini hanya berlaku sebelum ajal menjelang, kalau setelah atau saat ajal menjelang penyembuhan ini dianggap kadaluarsa atau habis masa berlakunya.

Setalah dinyatakan sembuh, maka pasien ini dimasukkan keruangan pembersihan bernama MAUL HAYAT untuk mebersihkan sisa sisa neraka yang ada pada dirinya. Lalu diberi sertifikat surga sesuai dengan amalnya dan dapat dibawa pulang oleh sanak pamilinya.

TANYA JAWAB

Bagai mana dengan orang yang tidak beriman atau kapir secara akidah ?

Karena kasusnya berbeda, tentu Rumah sakinya juga berbeda walau sama namanya yaitu NERAKA. Kalau rumah sakit orang beriman bersipat penyembuhan, karena masalahnya hanyalah masalah bawaan yaitu dosa, sementara orang kafir aqidah penyakitnya adalah penyakit identitas. Jadi yang disembuhkan bukan penyakitnya tapi orangnya dan tentu saja penyembuhan seperti ini sangatlah lama dan bersipat permanen.

Kalau begitu dimana rahman dan rahim Allah, sementara banyak diantara mereka yang melakukan kebajikan ?

Rahman dan Rahim Allah adalah menghargai kebajikan meraka dalam bentuk mengurangi penderitaan, tapi tidak menghapus penderitaan itu sendiri. Karena dalam Al qur’an di informasikan mereka abadi didalam neraka.

Bagaimana halnya dengan orang munafik, bukankah mereka juga mengakui keimanan serta melakukan ibadah ?

Keimanan tidak terletak pada semata mata pengakuan, melainkan pada keyakinan di dalam hati, jadi kasus mereka sama dengan orang kafir aqidah, jadi jika amal ibadah mereka diterima oleh Allah misalnya, maka hal itu hanya bersipat mengurangi tapi tidak menghapuskan seperti hanya dosa orang yang ber iman.

Bagaimana orang yang beriman tapi banyak melakukan dosa, bahkan dosa besar ?


Seperti bahasan sebelumnya, NERAKA merupakan rumah sakit penghapus dosa bagi mereka, jadi tidak permanen. Lama tidaknya mereka di neraka tergantung banyak tidaknya dosa yang mereka lakukan di dunia dan tidak sempat bertobat sebelum meraka mati. Kalau mereka sempat bertaubat sebelum meninggal maka semua dosa mereka di hapuskan dan itu berarti mereka terhindar dari neraka.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar