Sabtu, 14 Maret 2015

S H O L A T
( Syahadat yang dinyatakan )
Balikpapan, 11 Maret 2015

Syahadat adalah pondasi menemukan kebahagiaan
Maka pada sholatlah kamu membuktikannya

Apakah yang kau rasakan ketika azan berkumandang
acuh, enggan, rindu ataukah kegembiraan
...
Yang kau rasakan adalah bukti syahadat yang kau ucapkan

Apa yang kau rasakan ketika takbiratur ihram diikrarkan
biasa,pasrah, tenang ataukah ketiadaan rasa
 ...
Yang kau rasakan bukti syahadat yang kau pahami

apa yang kau pikirkan  ketika rukun sholat dijalani
lintasan masa, pengharapan, dialog atau hilang diri
 ....
Yang kau pikirkan adalah dirimu disisi Allah, wujud syahadat yang kau kerjakan.

apa yang kau rasakan ketika salam usai disampaikan
biasa saja, plong, tenang,atau  gembira tanpa keterwakilan kata
 ...
Yang kau rasakan bukti mampaat sholat yang kau kerjakan

karena solat adalah bukti :
Syahadat  yang kau ikrarkan .... ( hakekat yang kau pahami )
Syahadat yang kau yakini  ...............  ( ma’rifat yang hakiki )
syahadat yang kau kerjakan .........( Insan kamil yang nyata )

Syahadat gerbang kebahagiaan, sholatlah untuk memasukinya

jika lima kali kau telah diberi dan tak satupun yang kau nikmati
cukuplah itu menjadi bukti ... bahwa syahadatmu omong kosong belaka

Sholat
bukan hanya apa yang kau kerjakan ...tapi apa yang kau nikmati
jika sama yang kau rasakan sebelum dan sesudahnya ...nampaklah syahadatmu tak berpungsi
( ikrar yang kau capkan adalah kedustaan  ... paham yang kau yakini hanya bualan belaka )

Sholat ...saudaraku
Hadiah harian untuk orang Islam yang beriman
Yang tidak mengerjakan apalagi menafikannya

hanya pendusta yang mengaku menjadi tuhan

Sabtu, 24 Januari 2015

MARTABAT TUJUH



Bermula kisah kala alam belumlah ada
hanya Allah yang mutlak wujudNya, Zat yang maha sempurna
 belum bernama, bersifat apalagi beraf’al, disebut kunnah zat di alam ahadiah

ketika IA rindu akan diriNya, wadah bercermin mengumumkan diri
Tajallilah ia pada sifatNya maka Ta’yun awwal pun terjadi
Hakekat Muhammadiah Sebutannya, duduk dimakam Wahdiah

dari Hakekat Muhammad menjadi Hakekat Insan
Tajalli Allah pada sifat dan asma Ta’yun Tsani pun terjadi,martabat Wahidiah sebutanya

Ketiga martabat bersifat Qadim lagi Baqa’,Mahluk belumlah wujud dalam rupa
Allah Esa dengan Zat, Sifat, Asma’ dan Af’alNya yang sempurna

dari Wahidiah lahirlah Nur Muhammad
cikal bakal seluruh mahluk yang berjahir dan berbatin

Nur Muhammad bersaksi akan ke Esa an Allah, di jawab Allah dengan persaksian akan utusaNnya
darinya lahir dua kalimah syahadat pintu gerbang Dinul Islam

dari alam roh menuju alam mitsal, sang insan dititiskan ke sulbi ayah penyaksianpun diikrarkan
alastu bi rabbikum … kaalu bala syahidna, HAKEKAT SYAHADAT TAUHID pun ditegaskan

jahirlah ia dari empat anasir mani namanya
ketika mani menjadi manikam dan berdiam di rahim ibu
martabat ajsam tempatanya, janin sebutannya

ketika janin sempurna sebagai wadah, dituplah roh padanya
roh dari nur Muhammad, dari hakekat insan, dari hakekat Muhammadiyah, dari kunnah zat
bersatulah semua martabat dalam janin, lahir kedunia fana menjadi Insan yang sempurna
jalan tanajjul dijelaskan

berkembanglah jasad seiring meresapnya ruh, dari kanak kanak hingga masa balig tiba
memberontaklah ruh untuk mengenal Allah, Fitrah sebutannya, syariat agama tuntutannya

dari FITRAH menjadi AHMAD menjahirlah MUHAMMAD satu bentuk dari tiga nama
dari Muhammad menjadi HAMBA, hukum syariatpun berlaku padanya
dari Muhammad menjadi RASULULLAH, hukum ma’rifat wajib padanya
Cap Nubuah pun terwujud,  Muhammad bin Abdullah teladannya
maka insan menjadi sempurna ‘ insan kamil ’ sebutannya
inilah Hakekat SYAHADAT RASUL

dari sayahadat Rasul menjadi syahadat Tauhid
bermesraanlah Nur Muhammad dengan Tuhannya
NUR alan NUR ( cahaya diatas cahaya ) asal dari segala yang ada

sempurnal segala cerita
dinukil dari Ibnu Arabi, disempurnkan Syekh Muhammad Isa Sindhi al-Burhanpuri

Martabat tujuh sebutannya, Wihdatul Wujud Hakekatnya
PERJALANAN NAFSU

Balikpapan , 09 Nopember 201



                                                                                    Ketahuilah  olehmu para pencari
Nafsu itu ada tujuh martabatnya pada diri
masing masing padanya ada enam hal yang mengiringi
perjalanan, alam, tempat, hal, wirid dan sifat yang terurai tapi tidak tercerai

Martabat pertama Nafsul Ammarah
Perjalanannya kepada Allah Ta’ala, alamnya Alam Syahadah
tempatnya di panca indra, halnya cenderung pada majmumah
wiridnya pada syariat, sifatnya hewaniah
Perbanyaklah Kalimat la ilaha ila Allah
agar perjananmu menjadi mudah

Martabat kedua  Nafsu Lawwamah
Perjalannya Kerana Allah Semata, alamnya Alam Barzah
Tempatnya di dalam hati, halnya mencintai kebaikan dan berkah
wiridnya Tariqat, sifatnya gemar bermujahadah
Perbanyaklah kalimat Allah – Allah – Allah
Agar cahaya mencegah megah

Martabat ketiga Nafsu Mulhamah
Perjalananya salik, alamnya Alam Arwah
Tempatnya di dalam Roh, hal asyik lillah
Wirinya Ma’rifat  dan  sifatnya As Sakha
Perbanyaklah Kalimat    Hua - Hua – Hua
Agar Perjalananmu tidak menjadi  sudah

Martabat yang keempat Nafsu Muthma’innah
Perjalannya ma’a Allah, alamnya Haqiqatul Muhammadiyah
Tempatnya di dalam sir ( rahasia ), halnya Istiqomah lil Allah
Wiridnya Ma’rifat wal Haqiqat, sifatnya Al jud,tawakkal,halim
Bacalah Hakkan – Hakkan – Hakkan semampu yang kau bisa
Karena kau sampai pada makam Iman yang kamilah

Martabat yang kelima Nafsu Ar Radiyah
Perjalannya Fillahi ta’ala, alamnya Alam Lahud
Tempatnya Sirru Sir, halnya Ahadiyah syuhud pada Allah ta’ala
Wiridnya Fana’ billah, sifatnya menolak segala selain Allah ta’ala
Bacalah Ah Hayyu – Al Hayyu – Al Hayyu   Allah yang Maha hidup
karena kau masuk pada makam La Mujudu illa Allah

Martabat yang keenam Nafsu Mardiyah
Perjalannya bi Allah ta’ala, alamnya Alam Ajsad
Tempatnya di dalam khafi, halnya al khirrah makbulah
Wiridnya dalam Syariat, sifatnya Ahlakul Mahmudah
Isimnya Ya Qayyum – Ya Qayyum – Ya Qayyum
karena kau berada pada hamba
  
Martabat ke tujuh Nafsu Kamilah
Perjalananya La quwwata illa billah,  alamnya Syudul wahdah bil Kasrah
Tempatnya di dalam Akhfa, halnya Baqa billah
wiridnya  semua wirid,  sifatnya Muhammad
isimnya Ya Qahhar – Ya Qahhar – Ya Qahhar
maka terbukalah semua hijab, ta’jub padanya

inilah perjalanan nafsu yang meningkat
tidak hanya puas diri pada satu tempat
menapak waktu mengupayakan hakekat
agar diri dapat selamat di dunia akhirat

dari Arif billah Syekh Qasim Al Halabi
dikutip Syekh Abdul Samad Al Palembani
dalam Syirus Salikin li ibadi Rabbi
di puisikan oleh hamba yang peduli
meniti jalan hati
menuju
ilahi


wahai pencari
jika kau hanya di Ammarah dan lawwamah
nafsu mu membawa bencana, dunia kau kira nyata
padahal ia kau tinggal jua ... ketetapan yang tak terbantah

Wahai pencari
jika kau singgah pada malhamah dan mutmainnah
nafsu mu tenang tapi belumlah bahagia yang sempurna
karena dirimu masih nyata ... dan tuhan masih bernama

Wahai pencari
Jika Radiyah wal mardiyah tempatmu sudah
tak ada lagi upaya mengantarnya hanya taufik dan hidayah
Rahmat Allah meliputi hambaNya
keajaiban nampak nyata
tak perlu dipinta
karena ia
hanya
tanda

wahai pencari
jika sampai pada nafsu kamilah
apalah lagi mesti ku kata, sempurnalah sudah
jika ajal belumlah tiba, tuntunlah manusia kearahnya
teladan sempurna pada Muhammad bin Abdullah
yang lahir di Makkah dan wafat di Madinah

karena jika kau mengaku sempurna tapi lupa padanya

sungguh kau hanya seorang PENDUSTA

Kamis, 22 Januari 2015




 MEMAHAMI ALLAH TA’ALA
( ke Maha sempurnaan dan kufur padanya )



Allah Ta’ala adalah :
Nama zat yang Maha Sempurna

Karena Maha Sempurna berarti tak perlu apapun.
tak perlu bentuk, tak perlu tempat, tak perlu waktu

Jika Allah berbentuk apapun sebutanya berarti Ia berjasad dan terdiri dari bagian bagian
jika Ia dibatasi jasad tersusun atas bagian layakkah kita menyebutnya sempurna
sebab semua yang berbentu dibatasi oleh bentunya
dan yang tersusun dibatasi oleh susunannya

Jika Tuhan bertempat maka ada tempat yang tidak ditempatinya
karena sehebat apapun yang bertempat pasti dibatasi oleh tempatnya
jika tempat tidak terbatas, maka ada dua kesempurnaan yaitu Tuhan dan tempat itu sendiri

jika tuhan bertempat bagaimana ia bisa meliputi segala sesuatu
meliputi bukanlah makna zat tapi sifat dan nama

bagaimana memisahkan sifat dan nama dari zat
sifat dan nama bukanlah sumber tapi hasil dari zat
dia memancar dari zat tapi bukan zat itu sendiri

jika kita katakana Allah itu wujud
maka wujud itu ada karena adanya zat bukan sebaliknya
jadi wujud itu bukan zat tapi sifat dari zat

lalu bagaiman memisahkan wujud dari zat
jika zat tidak ada maka wujudpun tidak ada
tapi jika ada wujud maka zat belum tentu ada
contoh yang ada pada manusia ‘perasaan’
cinta misalnya 

cinta memiliki wujud tanpa zat
adakah wujudnya cinta ada yaitu rasa
tapi adakah zatnya cinta ?

jadi sifat dan asama hanya dilekatkan pada zat bukan zat itu sendiri

sifat dan asma tunduk pada zat bukan sebaliknya
sifat dan asma inilah makna prasangka kepada Allah

jadi jika dikatakan Allah meliputi sesuatu,
maka bukan zat Allah meliputi sesuatu tapi sifat dan AsmaNya.
Zat Allah tidak bertempat.
apa sifat dan asma Allah pada diri Manusia
karena kufur jika ada zat Allah pada manusia sebab Zat Allah tidak bertempat


sebaik baik sifat dan asma Allah adalah Ahmad artinya yang terpuji
sebaik baik manusia adalah Muhammad artinya orang yang terpuji

jika kita memahami asma dan sifat Allah maka ia Ahmad
Jika dia mewujudkan sifat dan Asma Allah maka ia Muhammad
sebaik baik telada manusia yang mewujudkan sifat dan Asma Allah
adalah Muhammad bin Abdullah Rasulullah SAW

Zat Allah ta’ala
tidak terikat oleh waktu, tempat dan wujud

tapi sifat dan asma Allah
terikat pada wujud, tempat dan waktu
inilah makna  Ahmad dan Muhammad
Hakekat dari Salawat


¨bÎ) ©!$# ¼çmtGx6Í´¯»n=tBur tbq=|Áムn?tã ÄcÓÉ<¨Z9$# 4 $pkšr'¯»tƒ šúïÏ%©!$# (#qãZtB#uä (#q=|¹ Ïmøn=tã (#qßJÏk=yur $¸JŠÎ=ó¡n@ ÇÎÏÈ

Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.
( QS. Al Ahzab(33) ayat 56. )

Jika ditanya bagaimana Salawat Allah kepada individu (( perorangan bukan jamak )) Nabi
Jawabnya dengan menempatkan Ahmad pada Nabi inilah makna nur Muhammad
menempati sulbi para nabi sejak Adam sampai Muhammad bin Abdullah SAW

Jika ditanya bagaimana salawat malaikat pada Nabi
dengan terus menerus memelihara dan mewujudkan Muhammad
pada perilaku nabi, sehingga ketika ada kesalahan sekecil apapu langsung diperbaiki
inilah makna Maksum (( terpelihara dari kesalahan ))

jika ditanya apakan perintah salawat ini wajib bagi orang beriman
jawabnya wajib, bukan hanya membaca salawat
tapi memahami ahmad dan menjahirkan Muhammad dalam kehidupan sehari hari

bagaimana kesempurnaannya ?
dengan meneladani Muhammad bin Abdullah dalam segala hal
jadilah Ahmad dan lahirlah Muhammad

Jika kita mengatakan Allah berbentuk, bertempat dan berwaktu maka kita kufur kepada Allah
Jika kita memiliki Ahmad dan menjahirkan Muhammad
tanpa meneladani Rasulullah Muhammad bin Abdullah maka kita kufur kepada Rasulullah.

beginilah Kami (( saya )) memahami Kesempurnaan Allah Ta’ala

jika ada jalan lain sangatlah berhajat kami (( saya )) untuk mengetahuinya
MEMAHAMI ZAT ALLAH TA’ALA
( ke Maha Mandirian dan kufur padanya )



Allah Ta’ala adalah :
Nama zat yang Maha Mandiri

Karena Maha Mandiri berarti tak perlu apapun.
tak perlu bentuk, tak perlu tempat, tak perlu waktu
tak perlu ayah, tak perlu anak dan tak perlu kerabat
tak perlu apapu yang dapat di sandangkan pada mahluk
karena Maha Mandiri
Tak perlu Ibadahmu apapun sebutanya
tak perlu persembahanmu apapun namanya
tak perlu tangis dan tawamu untukNya
tak perlu apapun darimu
mahlukNya

Kitalah yang sangat perlu padaNya
Perlu hukum alamnya untuk kelangsungan hidup kita
( udara, air, tanah, dan matahari, bulan, bintang juga hukum yang meliputinya )
untuk itulah kita disebut khalifah

Kitalah yang sangat perlu padaNya
Perlu hukum agama untuk kesempurnaan hidup kita
( Aqidah, ibadah, Ahlak dan Muamalah, jinayah, siyasah juga semua hukum yang mengiringinya )
untuk itulah kita menjadi hamba

ketika kita menjadi kufur
Mengingkari kemandirianNya, tampillah kita menjadi Dia
merasa tak perlu lagi padaNya

maka persalahkanlah
 Alam yang murka dan Nurani yang terpenjara
Bencana yang melanda dan Jiwa yang menista
lingkungan yang meneraka dan hati yang merana
Negara yang durhaka dan rakyat yang mederita
pemimpin yang bejat dan pengikut yang hina
pemikir yang lupa dan penadah yang terluka
adakah lagi yang mesti dipersalahkan
……………………………………………
karena hakekatnya
kufurlah asalnya
kufur padaNya
kufur

kufur melahirkan keegoisan, keegoisan melahirkan ketamakan,
ketamakan melahirkan :Alam yang murka, bencana yang  melanda, lingkungan yang meneraka.
Negara durhaka, pemimpin bejar, pemikir lupa, rakyat yang menderita, hina dan terluka
inilah yang kau lihat dari ilmu dan teknologi tanpa agama
Khalifah yang kufur pada pencipta dan hukumNya

Kufur melahirkan Pengingkaran, pengingkaran melahirkan pelanggaran,
pelanggaran melahirkan : Nurani yang terpenjara, Jiwa yang nista, hati yang merana
Negara durhaka, pemimpin bejar, pemikir lupa, rakyat yang menderita, hina dan terluka
inilah yang kau lihat dari peraturan tanpa Allah didalamnya
Hamba yang kufur pada pencipta dan hukumNya

Masihkah kau kufur dan merasa seperti Dia
Hanya Allah yang Maha Mandiri dan kita sangat butuh padaNya
tanpa pura – pura, alasan dan basa basi

atau
buatlah ribuan hujjah (( argument )) untuk mengingkariNya
Pada Dirimu, Keluargamu, Lingkunganmu , Negaramu, Duniamu
adakah kau dapat lepas dari ke Maha Mandirian Allah
hingga kau merasa mandiri, jika kau dapat
aku berlepas diri


¨bÎ) šúïÏ%©!$# (#rãxÿx. íä!#uqy óOÎgøŠn=tæ öNßgs?öxRr&uä ÷Pr& öNs9 öNèdöÉZè? Ÿw tbqãZÏB÷sãƒ

Sesungguhnya orang-orang kafir,
sama saja bagi mereka, kamu beri peringatan atau tidak kamu beri peringatan,
mereka tidak juga akan beriman.
( QS Al Baqarah ayat 6 )