MEMAHAMI ALLAH TA’ALA
( ke Maha sempurnaan dan kufur padanya )
Allah Ta’ala adalah :
Nama zat yang Maha Sempurna
Karena Maha Sempurna berarti tak perlu apapun.
tak perlu bentuk, tak perlu tempat, tak perlu waktu
Jika Allah berbentuk apapun sebutanya berarti Ia berjasad dan terdiri dari bagian bagian
jika Ia dibatasi jasad tersusun atas bagian layakkah kita menyebutnya sempurna
sebab semua yang berbentu dibatasi oleh bentunya
dan yang tersusun dibatasi oleh susunannya
Jika Tuhan bertempat maka ada tempat yang tidak ditempatinya
karena sehebat apapun yang bertempat pasti dibatasi oleh tempatnya
jika tempat tidak terbatas, maka ada dua kesempurnaan yaitu Tuhan dan tempat itu sendiri
jika tuhan bertempat bagaimana ia bisa meliputi segala sesuatu
meliputi bukanlah makna zat tapi sifat dan nama
bagaimana memisahkan sifat dan nama dari zat
sifat dan nama bukanlah sumber tapi hasil dari zat
dia memancar dari zat tapi bukan zat itu sendiri
jika kita katakana Allah itu wujud
maka wujud itu ada karena adanya zat bukan sebaliknya
jadi wujud itu bukan zat tapi sifat dari zat
lalu bagaiman memisahkan wujud dari zat
jika zat tidak ada maka wujudpun tidak ada
tapi jika ada wujud maka zat belum tentu ada
contoh yang ada pada manusia ‘perasaan’
cinta misalnya
cinta memiliki wujud tanpa zat
adakah wujudnya cinta ada yaitu rasa
tapi adakah zatnya cinta ?
jadi sifat dan asama hanya dilekatkan pada zat bukan zat itu sendiri
sifat dan asma tunduk pada zat bukan sebaliknya
sifat dan asma inilah makna prasangka kepada Allah
jadi jika dikatakan Allah meliputi sesuatu,
maka bukan zat Allah meliputi sesuatu tapi sifat dan AsmaNya.
Zat Allah tidak bertempat.
apa sifat dan asma Allah pada diri Manusia
karena kufur jika ada zat Allah pada manusia sebab Zat Allah tidak bertempat
sebaik baik sifat dan asma Allah adalah Ahmad artinya yang terpuji
sebaik baik manusia adalah Muhammad artinya orang yang terpuji
jika kita memahami asma dan sifat Allah maka ia Ahmad
Jika dia mewujudkan sifat dan Asma Allah maka ia Muhammad
sebaik baik telada manusia yang mewujudkan sifat dan Asma Allah
adalah Muhammad bin Abdullah Rasulullah SAW
Zat Allah ta’ala
tidak terikat oleh waktu, tempat dan wujud
tapi sifat dan asma Allah
terikat pada wujud, tempat dan waktu
inilah makna Ahmad dan Muhammad
Hakekat dari Salawat
¨bÎ) ©!$# ¼çmtGx6Í´¯»n=tBur tbq=|Áã n?tã ÄcÓÉ<¨Z9$# 4 $pkr'¯»t úïÏ%©!$# (#qãZtB#uä (#q=|¹ Ïmøn=tã (#qßJÏk=yur $¸JÎ=ó¡n@ ÇÎÏÈ
Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.
( QS. Al Ahzab(33) ayat 56. )
Jika ditanya bagaimana Salawat Allah kepada individu (( perorangan bukan jamak )) Nabi
Jawabnya dengan menempatkan Ahmad pada Nabi inilah makna nur Muhammad
menempati sulbi para nabi sejak Adam sampai Muhammad bin Abdullah SAW
Jika ditanya bagaimana salawat malaikat pada Nabi
dengan terus menerus memelihara dan mewujudkan Muhammad
pada perilaku nabi, sehingga ketika ada kesalahan sekecil apapu langsung diperbaiki
inilah makna Maksum (( terpelihara dari kesalahan ))
jika ditanya apakan perintah salawat ini wajib bagi orang beriman
jawabnya wajib, bukan hanya membaca salawat
tapi memahami ahmad dan menjahirkan Muhammad dalam kehidupan sehari hari
bagaimana kesempurnaannya ?
dengan meneladani Muhammad bin Abdullah dalam segala hal
jadilah Ahmad dan lahirlah Muhammad
Jika kita mengatakan Allah berbentuk, bertempat dan berwaktu maka kita kufur kepada Allah
Jika kita memiliki Ahmad dan menjahirkan Muhammad
tanpa meneladani Rasulullah Muhammad bin Abdullah maka kita kufur kepada Rasulullah.
beginilah Kami (( saya )) memahami Kesempurnaan Allah Ta’ala
jika ada jalan lain sangatlah berhajat kami (( saya )) untuk mengetahuinya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar