Kamis, 22 Januari 2015

DIABOLISME
( antara Ma’rifat dan Kafir )

Kita sama paham, iblis dilakna bukan karena ma’rifat
tapi kerna mengingkari perintah Allah untuk sujud kepada Adam

Bagi yang makrifat, sampai menyatu dengan Allah
baik melalui martabat maupun makam
baik melalui sifat ataupun asma
bolehkan meninggalkan perintah Allah ?

Ketika tidak bisa lagi dibedakan antara hamba dan tuhan
ketika duduk dimakan ahdiah, tenggelam dalam kunnah zat
bolehkan meninggalkan perintah Allah ?
karena sudah menjadi Allah

Iblispun duduk dimakam ini, ia tetap dilaknat

Ketika kita syuhud dengan ap’al
lebur dengan sifat, tenggelam dalam asma’
lalu menyatu dengan zat wajibul wujud
bolehkan meninggalkan perintah Allah ?
karena   berwujud   tunggal

Iblispun duduk dimakam ini, ia tetap dilaknat

Untuk itu ada Rasulullah, Muhammad bin Abdullah
teladan bagi yang makrifat, sampai menyatu dengan Allah
baik melalui martabat maupun makam, baik melalui sifat ataupun asma
Maka lahirlah rukun Islam dalam zahir dan batin, jasadi dan rohani

Bukan seperti iblis,
Ma’rifat tanpa ketaatan, berilmu tanpa Amal
hingga lahirlah kesombongan
mempermasalhkan bahasa, mencari alasan
mengakali istilah, mencari pembenaran

Bukan seperti iblis,
mengemukakan asal usul untuk mengingkari perintah Allah untuk sujud pada Adam asal usul terendah

Fahamilah !!!
ilmu batin setingkat malaikat dan iblis
harus sujud pada ayahnda Adam sebab Adam menzahir. untuk itulah ia menjadi Khalifah Allah

tenggelamlah rahasiamu dalam syahadat
berwujudlah ia dalam sholat, puasa, zakat dan haji
serta amalan ammiyah  yang mengiringinya
maka jadilah kau Adam sang khalifah
jadilah Ahmad dan Muhammad
jadilah Rasul dan Hamba
maka sempurnalah
sang insan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar